Sistem Informasi Pelestarian
TAHURA (Taman Hutan Raya) Bukit Soeharto
Ø Sistem pekiraan
cuaca Iklim dan curah Hujan di TAHURA Bukit Soeharto
Didaerah TAHURA Bukit Soeharto memiliki iklim yg
bersifat Klasifikasi iklim berdasarkan Schmidt dan Ferguson termasuk dalam tipe
iklim “B” dengan nilai Q= 14,3 % s/d
33,3curah hujan rata- rata 10,42 mm dan
hari hujan 7,92 hh sedangkan curah hujan tertinggi pada bulan November s/d
bulan Mei.
Ø Sistem Geologi dan
Tanah di daerah TAHURA Bukit Soeharto
Didaerah TAHURA Bukit Soeharto memiliki tanah yg
bersifat Formalisasin Geologis batuan meosin atas dan batuan meosin bawah.
Jenis tanah organasol, Glei Humus, Podsolik merah kuning dan komplek podsolik
merah kuning, latasol dan litasol dengan bahan induk aluvial , batuan beku dan
endapan serta metamor dengan fisiografi lapangan berbukit, pengunungan lipatan
dan pegunungan patahan.
Ø Sistem pelestarian
Flora di TAHURA Bukit Soeharto
Kawasan Taman Hutan
Raya Bukit Soeharto pada saat ini telah berubah sebagai ekosistem hutan tanaman
yang merupakan upaya rehabilitasi dengan berbagai jenis tanaman seperti Acasia
(Acasia mangium), Sengon (Albasia sp.), Mahoni (Swietenia mahagoni spp), flora
asli yang didominasi jenis Meranti (Shorea sp.), dan sebagian merupakan hutan
penelitian berupa persemaian berbagai jenis flora seperti Mahang (Macaranga
hypoleuca), diantaranya jenis dilindungi seperti Ulin (Eusideraxylon zwageri),
Kayu arang (Diospyros sp.), dan Kempas (Koompassia malaccensis), Palaman
(Iristania spp), Resak (Vatica spp), Bayur (Pterospermum spp), Gmelina (Gmelina
arborea), Karet (Havea brasiliensis), Rotan (Calamus sp), Aren (Arenga catechu),
Ketapang (Terminalia catappa). Meranti yang dalam bahasa ilmiah disebut (
shorea sp ), Keruing (Dipterocarpus sp), Mahang (Hypoleuca), dll
Ø Sistem Pelestarian
Fauna di TAHURA Bukit Soeharto
Di Fasilitas rehabilitasi Pusat Reintroduksi
Orang Utan Wanariset Samboja terdapat rehabilitasi berbagai macam satwa seperti
Orang Utan (Pongo Pygmaeus), Beruang Madu (Helarctros malayanus), Macan Dahan
(Neofelis nebulosa), Landak (Hystrix brachyura), Owa-Owa (Hylobates muelleri),
Burung Enggang (Buceros rhinoceros), Kera Ekor Panjang (Macaca fascicularis),
Trenggiling (Manis javanica), Rusa Sambar (Cervus unicolor), Kuau Besar
(Lophura sp), Biawak (Varanus salvator), Tupai (Tupaia sp), Musang
(Cynogalesp), Babi Hutan (Sus sp), Cucak Rawa (Pycnonotus zeylanicus).
Ø Sistem Pelestarian
hutan di daerah TAHURA Bukit Soeharto
1)
Melakukan Reboisasi.
Reboisasi adalah salah satu alternatif untuk
melestarikan hutan. Kita dapat menanam kembali hutan – hutan yang sudah rusak,
sehingga hutan akan tetap terjaga keberadaannya.
2)
Menerapkan Sistem Tebang Pilih.
Pemerintah harus menerapkan sistem tebang pilih
dalam menebang pohon. Hal ini dapat mengurangi penebangan hutan secara liar dan
dalam jumlah besar – besaran. Selain itu system ini juga berguna untuk
masyarakat agar tidak sembarang dalam melakukan penebangan hutan.
3)
Menerapkan Sistem Tebang – Tanam.
System ini sangat berguna bagi pelestarian hutan.
Sistem penebangan hutan yang kemudian diganti dengan menanam hutan yang telah
ditebang agar hutan tetap terjaga keberadaannya.
4)
Melakukan Penebangan secara Konservatif.
Penebangan secara konservatif adalah penebangan
dengan cara menebang pohon yang sudah tidak berproduktif lagi. Jangan sampai
pohon yang masih muda dan produktif di tebang.
5)
Menerapkan Larangan Penebangan Hutan Secara Sewenang – wenang dan
Memberikan Sanksi yang Berat Bagi Pelakunya.
Selain masyarakat yang harus menjaga kelestarian
hutan, pemerintah juga harus ikut terlibat dalam pelestarian hutan. Pemerintah
harus ikut turun tangan dalam pelestarian hutan ini. Sebaiknya, pemerintah juga
memberikan sanksi yang berat bagi para pelakunya, yang bisa membuat mereka jera
dan tidak melakukan kesalahan mereka lagi.
Kelemahan yang ada dalam sistem pelestarian TAHURA
Bukit Soeharto antara lain :
- Adanya oknum yang sering menggunakan lahan untuk berkebun, pemukiman, warung-warung, serta restoran, oleh masyarakat
- Illegal logging ( Penebangan liar )
- Illegal mining ( pertambanagan liar )
- Kebakaran Hutan
- Adanya pengunaan kawasan diluar kepentingan kehutanan contohnya jalan penghubung antar desa, pembutan sekolah, kantor lurah, dll
Solusi :
Pentingnya menurut
kami kesadaran bagi setiap oknum baik masyarakat dan instansi yang bertanggung
jawab untuk menjaga lingkungan TAHURA, agar lingkungan TAHURA senantiasa dapat
terjaga kelestarian dan tetap selalu ada untuk dinikmati anak dan cucu kita
kelak.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar